top of page

Oarfish, Sang Pembawa Pesan dari Dewa Naga Laut


Sumber: Instagram @chengruwang

 

Halo Biemers! Kabarnya, Dewa Naga Laut telah mengirimkan titisannya untuk membawakan pesan kepada kita semua. Siapa pembawa pesan itu? Sebuah grup penyelam telah menemukan ikan raksasa yang langka dan misterius di laut lepas Taiwan. Dia memiliki bentuk tubuh yang tidak biasa dengan adanya lubang dan berenang secara vertikal. Instruktur selam, Wang Chen Ru telah mengunggah foto ikan itu di akun Instagramnya @chengruwang pada 4 Juli 2023.


Ternyata, itu adalah oarfish. Oarfish adalah ikan laut dalam yang memanjang, berwarna keperakan, tidak bersisik, bersirip pari, termasuk dalam famili Regalecidae dan memakan zooplankton. Spesies ikan ini memiliki tulang terpanjang di dunia yang sudah diakui oleh Guiness World Records, hidup paling lama dan panjang tubuhnya bisa mencapai 11 meter. Mereka jarang terlihat di permukaan dan biasanya hidup pada kedalaman 200 sampai 1.000 kaki di bawah permukaan air laut. Inilah yang membuat mereka jarang terlihat oleh manusia.


Selanjutnya, apakah betul bahwa oarfish adalah pembawa pesan mengenai pertanda bahaya yang akan datang? Menurut cerita rakyat Jepang, ikan itu disebut Ryugu no Tsukai artinya pembawa pesan dari Dewa Naga Laut. Mereka mempercayai bahwa oarfish merupakan pelayan Ryujin (Dewa Naga Laut) yang mengantarkan pesan bahwa gempa akan terjadi di daratan. Legenda ini menjadi semakin kuat dengan adanya beberapa bencana yang muncul setelah manusia menemukan oarfish di laut.


Pada tahun 2011, gempa di Tohoki dikaitkan dengan warga yang menemukan oarfish di tahun 2009 sampai 2010. Begitu juga, bencana nuklir di Fukushima pada tahun 2011 yang membuat mitos bahwa oarfish adalah ikan kiamat semakin dipercaya. Namun, Hiroyuki Motomura selaku Profesor Ilmu Perikanan dari Kagoshima University mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan keterkaitan antara dua peristiwa itu.


Majalah ilmiah, Bulletin of the Seismological Society of America (BSSA) pernah mempublikasikan fenomena kemunculan ikan laut dalam dan kaitannya dengan peristiwa gempa besar. Para peneliti mengkaji tapi hanya menemukan satu peristiwa yang dapat dikorelasikan secara masuk akal dari 336 kemunculan ikan dan 221 peristiwa gempa bumi yang menunjukkan bahwa ini bukanlah pertanda tsunami.


Selain itu, teori oseanografi menunjukkan bahwa kemunculan biota laut dalam ke permukaan hingga terbawa ke pesisir berkaitan dengan fenomena upwelling. Upwelling adalah sebuah fenomena ketika air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan maka kemunculan ikan akan menjadi banyak.


Tapi, bila hanya satu atau dua ekor ikan saja yang muncul maka beberapa paper menyebutkan bahwa oarfish memiliki kebiasaan mengambang di dekat permukaan air ketika mereka sakit, sekarat dan terbawa arus.


Masih banyak hal yang perlu dipelajari soal makhluk misterius yang satu ini. Pembuktian antara legenda dan hal-hal ilmiah akan terus didalami demi masyarakat. Oleh karena itu, jangan sampai kita khawatir berlebihan akan bencana yang belum tentu terjadi. Hormati kepercayaan yang ada di masyarakat dan laksanakan kegiatan sehari-hari sambil berdoa kepada Tuhan, Tetap jaga kesehatan dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, Biemers!

 

Referensi:

CNBC Indonesia. (2023). Viral Kemunculan Ikan Kiamat Raksasa, Ilmuwan Beberkan Fakta. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com 


Detik News. (2019). Oarfish Dianggap Pertanda Bencana di Jepang. Diakses dari https://news.detik.com 


Liputan 6. (2019). Kata Ahli Soal Ikan Oarfish yang Muncul di Perairan Kepulauan Selayar. Diakses dari https://www.liputan6.com 


ORCA IRELAND. (2020). Ryugu No Tsukai: “The Messenger From The Sea Dragon Gods Palace”. Diakses dari https://www.orcaireland.org 


Prambors FM. (2023). Fakta Munculnya Ikan ‘Kiamat’ Oarfish Ternyata dari Legenda Jepang?. Diakses dari https://www.pramborsfm.com 

 


Penulis             : Florencia Karuna Suherman

Redaktur         : Joshua Tristan Christian

Comments


© 2024 by JournalisMe. Proudly created with Wix.com

bottom of page