
Sumber : Gadgets Now
Telegram merupakan salah satu aplikasi chatting yang saat ini banyak digunakan oleh semua masyarakat di Indonesia maupun dunia. Telegram sendiri dirilis untuk pengguna IOS pada tanggal 14 Agustus 2013 dan untuk pengguna Android tanggal 20 Oktober 2013 oleh Dua bersaudara, Nikolai dan Pavel Durov.
Menjaga privasi pengguna merupakan salah satu alasan utama Nikolai dan Pavel Durov untuk mendirikan Telegram.
Saat ini semakin banyak orang yang menggunakan aplikasi Telegram karena sifatnya yang ringan dan juga mempunyai fitur-fitur pendukung yang sama dengan Facebook. Tidak ada salahnya jika semua orang mulai beralih menggunakan Telegram daripada WhatsApp.
Tidak hanya sebatas fitu-fitur itu saja, pengguna Telegram juga dapat membagikan film secara gratis yang dapat dilihat secara luas oleh pengguna lain.
“Kalau saya pribadi sekarang sih masih menggunakan WhatsApp ya mba, soalnya di WhatsApp saya gunakan untuk keperluan penting seperti keperluan kantor, grup mata kuliah, dan lain-lain sih,” ujar Niya.
“Lalu untuk yang bisa nonton film gratis di telegram, saya kurang tau ya,” lanjutnya.
“Saya seringnya pakai WA sih, kalau Telegram Cuma saya gunakan untuk mencari dan mengobrol dengan teman baru secara acak,” ujar Putri.
“Oh iya, saya juga pernah lihat di TikTok, ada orang yang menyebarkan link film gratis yang ditaruh di Telegram tuh mba dan itu sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, semua orang yang menggunakan TikTok juga pasti tahu. Tentunya itu merugikan berbagai pihak ya mba, mulai dari pihak Telegramnya sendiri hingga pihak yang bekerja keras untuk membuat dan menyelesaikan film tersebut namun dibagikan secara cuma-cuma oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, ya walaupun tidak semua film sih,” lanjutnya.
Jadi, kalian semua pihak mana nih? Pihak Mba Niya atau pihak Mba Putri? Di pihak manapun, kalian harus bijak untuk menyebarkan segala sesuatu yang mungkin merugikan hanya sebelah pihak saja ya.
Penulis : Rena Viriya P
Sumber : Kumparan.com
Comments