
Bapak Proklamator Indonesia: Soekarno-Hatta (PINTEREST.com)
Soekarno-Hatta tidak bisa dilepaskan dari peristiwa kemerdekaan Bangsa Indonesia, 17 Agustus 1945.
Pada malam hari, mereka berjumpa di hotel Bandung untuk pertama kalinya. Nama hotel itu adalah Hotel Bunga yang terletak di Jalan Pos Timur. Menurut pengakuan Hatta dalam autobiografi Untuk Negeriku, Sebuah Otobiografi (2011), Haji Usman adalah sosok yang mempertemukan mereka pada tahun 1932. Mereka tidak membahas soal isu politik Indonesia terutama pertengkaran antara Partindo dan PNI Baru. Namun, Soekarno menceritakan tentang kisahnya selama dipenjara di Sukamiskin.
Haji Usman mengenal Soekarno sebagai orang luar dan Hatta sebagai kerabat jauh, maka kisah pertemuan pertama ini sangatlah unik.
Sampai pada waktu terbaik, mereka disatukan dalam acara kemerdekaan Indonesia yang pertama. Mulanya, mereka dibawa Bung Karno dan Bung Hatta dijemput oleh para pemuda kelompok Menteng 31, yaitu Soekarni, Shodancho Singgih, Jusuf Konto, dan tokoh-tokoh lainnya. Hal ini bertujuan untuk merumuskan teks proklamasi di rumah Djiauw Kie Siong.
"Soekarno dan Hatta datang pagi hari ke rumah Djiauw Kie Siong. Kenapa datang ke sini? Karena rumah ini tak mencolok. Rencana awalnya itu tempat kumpulnya di markas PETA. Dipilih rumah Djiauw ini karena jauh dan tertutup rimbun pohon," cerita sejarawan Rushdy Hoesein.
Selain dilaksanakan di rumah Djiauw Kie Siong, ada alasan mereka memilih tanggal 17. Konon, orang Islam sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan. Masyarakat meyakini bahwa angka 17 ialah angka suci. Itulah sebabnya, mereka sepakat untuk menyiarkan kemerdekaan di hari Jumat Legi.
Selamat hari kemerdekaan Indonesia. Tetaplah menjadi pemuda-pemudi yang giat memberitakan keunikan Indonesia ke luar negeri dengan cara tekun belajar. Saatnya pemuda bekerja di masa produktivitas, biar usia tua kelak yang mengenang masa kelam.
Penulis: Tesalonika Hasugian
Comments