top of page

Ku Ucapkan Selamat Pagi Untuk Malam Hari

Writer: Percee Magz
Percee Magz
Sep 11
2 min read
selamat pagi malam (2014)
selamat pagi malam (2014)

di kota yang tidak pernah tidur


malam selalu tahu

cara menyembunyikan nama.


di antara lampu toko

yang belum dimatikan

dan jendela apartemen

yang satu per satu kehilangan cahaya,

kita berjalan tanpa perlu menjelaskan

mengapa tanganmu

terkadang terlalu dekat dengan tanganku.


di kota sebesar ini,

tidak ada yang benar-benar mengenal kita.


mungkin itu sebabnya

aku menyukainya.


di sini,

kita bisa menjadi dua orang asing

yang pulang terlalu larut,

berbagi satu payung

meski hujan sudah berhenti,

berdiri terlalu lama di halte

hanya karena tidak ada

yang ingin menjadi orang pertama

yang mengatakan,

“aku harus pulang.”


kau pernah bertanya

kenapa aku selalu memilih malam.


aku bilang,

karena lampu kota lebih indah

setelah semuanya gelap.


padahal bukan itu.


aku hanya suka bagaimana

malam membuat kita

tidak perlu berpura-pura.


tidak ada tetangga yang bertanya.

tidak ada keluarga yang menunggu.

tidak ada nama yang harus kami sebut

ketika seseorang bertanya

siapa yang sedang berjalan bersamaku.


hanya kau.


dan aku.


dua bayangan

yang sesekali bersentuhan

di trotoar basah,

lalu kembali terpisah

ketika lampu berubah hijau.


barangkali cinta memang begitu

di kota besar.


bukan tentang menemukan seseorang

yang bisa tinggal selamanya,

melainkan menemukan satu malam

di mana kau tidak perlu takut

menjadi dirimu sendiri.


pagi akhirnya datang.


kereta pertama berjalan.

toko-toko membuka pintunya.

orang-orang kembali mengenakan

nama yang diberikan kepada mereka.


kau merapikan rambutmu,

aku membenarkan kerah bajuku.

lalu kita berjalan ke arah berbeda.


tidak ada pelukan.

tidak ada janji

tidak ada kata-kata yang cukup berani

untuk dibawa sampai siang.


hanya senyum kecil

yang mungkin tidak berarti apa-apa

bagi siapa pun.


tapi aku tahu.


semalam,


di kota yang tidak pernah tidur,

aku pernah menjadi rumahmu.

dan untuk beberapa jam saja,

kau menjadi rumahku.


(Writer - Mariyo Sadewo)

 
 
 

Comments


bottom of page